PT Pintar Inovasi Digital memulai Asetku pada 18 April 2017 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan digital yang inklusif dan mudah diakses. Banyak usaha kecil, pekerja lepas, dan masyarakat umum di Indonesia yang tidak dapat mendapatkan pembiayaan dari perbankan konvensional sebelum berdirinya Asetku. Ini terjadi karena mereka tidak memiliki riwayat kredit yang baik, tidak memiliki aset sebagai jaminan, dan proses perbankan yang dianggap lamban. Layanan peer-to-peer lending berbasis teknologi, di mana orang-orang dapat meminjam satu sama lain dengan cara yang jauh lebih mudah, menutup celah ini.
Asetku diluncurkan oleh PT Pintar Inovasi Digital dengan tujuan menjadi solusi utama untuk pembiayaan mikro di Indonesia dengan menyediakan proses digital dari awal hingga akhir tanpa perlu bertemu langsung dengan klien. Dorongan pemerintah dan OJK untuk mempercepat inklusi finansial melalui pemanfaatan teknologi juga mendorong kemunculan Asetku. Asetku bekerja sama dengan Akulaku, perusahaan fintech besar di Asia Tenggara, sebagai pemegang saham strategis dalam pengembangan ekosistem digital dan jaringan pengguna. Kombinasi ini meningkatkan modal, teknologi, dan penetrasi pasar Asetku, yang telah mencapai penyaluran pinjaman triliunan rupiah dalam waktu singkat.
Komitmen untuk tata kelola perusahaan yang transparan meningkatkan visi Asetku. Sejak awal berdirinya, peraturan keamanan, sistem pengelolaan risiko, dan instruksi keuangan telah diterapkan secara konsisten. Layanan-layanan ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fintech sebagai sarana pembiayaan baru yang aman dan terukur, menghasilkan ekosistem keuangan berbasis teknologi dengan layanan berkualitas tinggi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Manfaat Menggunakan Asetku
Salah satu manfaat utama Asetku adalah kemampuan untuk memberikan pinjaman digital yang mudah dan cepat kepada individu yang membutuhkan dana darurat atau modal usaha kecil. Proses pengajuan pinjaman di Asetku dilakukan secara online. Pengguna hanya perlu mengisi formulir aplikasi tanpa perlu bertemu secara langsung, mengunggah KTP, dan menyertakan informasi seperti bukti penghasilan atau bukti pendukung lainnya. Sistem melakukan penilaian risiko dalam hitungan menit, dan sebagian besar pengajuan dapat cair ke rekening peminjam dalam waktu kurang dari satu jam.
Karena Asetku menawarkan return investasi bulanan yang kompetitif—jauh di atas rata-rata bunga deposito—di antara 15–24% per tahun—juga memiliki manfaat besar bagi para pemberi dana (lender). Selain itu, fitur auto-matching membantu pemberi dana menemukan peminjam dengan profil pinjaman yang sesuai dengan preferensi investasi mereka dan meminimalkan risiko. Untuk mengurangi risiko gagal bayar, sistem ini didukung oleh kebijakan diversifikasi portofolio dan jaminan perlindungan kredit bekerja sama dengan perusahaan asuransi, yang memberikan perlindungan tambahan bagi pendana.
Asetku sering mengadakan seminar tentang literasi keuangan digital untuk mengajar orang lain. Pengguna dapat mengakses fitur pengelolaan risiko, profil kredit, dan simulasi keuntungan dan risiko potensial sebelum membuat keputusan tentang pendanaan atau peminjaman. Jutaan pengguna percaya Asetku karena transparansi, yang membuatnya menjadi salah satu pelopor fintech lending di Indonesia, terutama untuk masyarakat yang kurang terlayani layanan finansial konvensional.
Risiko yang Harus Dipahami Pengguna Asetku
Meskipun ada banyak keuntungan, menggunakan layanan pembiayaan P2P seperti Asetku juga memiliki resiko. Bunga dan denda keterlambatan pembayaran, yang dapat menjadi beban finansial jika peminjam tidak dapat membayar pinjaman dengan tepat waktu, merupakan risiko utama bagi peminjam. Meskipun ada pengelolaan risiko dan perlindungan asuransi, risiko terbesar bagi pemberi dana adalah gagal bayar atau keterlambatan pengembalian pokok dan bunga. Jika ada banyak gagal bayar, nilai investasi tetap mungkin berkurang, jadi penting untuk mengetahui bahwa return tinggi selalu berbanding lurus dengan risiko yang ada.
Perlindungan data pribadi adalah ancaman tambahan yang harus diperhatikan. Keamanan data sangat penting di era digital. Pengguna harus memperhatikan kebijakan privasi untuk memastikan bahwa data sensitif dilindungi sepenuhnya oleh penyelenggara. Ketika datang ke industri digital, kasus kebocoran data atau penggunaan data tanpa izin sering terjadi. Akibatnya, Asetku terus memperkuat sistem keamanan datanya dengan memberikan sertifikasi ISO 27001 di bidang manajemen keamanan data.
Selain itu, perlu mempertimbangkan risiko ekonomi makro dan perubahan regulasi. Kualitas pinjaman dan tingkat pengembalian bisa terpengaruh ketika OJK atau regulator menerapkan kebijakan baru yang lebih ketat atau ketika ekonomi nasional melambat. Pada akhirnya, ini berdampak pada seluruh industri pinjaman dan pinjam. Oleh karena itu, baik peminjam maupun pendana harus memahami hak dan kewajiban mereka di platform fintech dan selalu mengikuti perubahan regulasi.
Cara Memperoleh Pinjaman di Asetku
Untuk mendapatkan pinjaman di Asetku, pengguna harus mengikuti sejumlah prosedur yang mudah dan cepat. Pertama, mereka yang ingin meminjam uang harus mengunduh aplikasi Asetku di App Store atau Google Play, dan kemudian mengisi data pribadi mereka lengkap, termasuk foto selfie, nomor telepon aktif, dan rekening bank. Setelah login, sistem akan meminta pengguna untuk memasukkan data seperti penghasilan mereka, pekerjaan, dan kontak darurat yang dapat dihubungi.
Jika data dianggap tidak akurat, tahap berikutnya adalah proses verifikasi, baik secara otomatis melalui sistem maupun manual. Setelah semua informasi divalidasi, Asetku akan melakukan penilaian skor kredit untuk mengetahui seberapa layak nasabah untuk mendapatkan pinjaman dan berapa banyak kredit yang dapat diajukan. Jika lolos, calon peminjam langsung akan menerima penawaran batas pinjaman dan jangka waktu cicilan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Plafon pinjaman Asetku biasanya berkisar antara Rp300.000 dan Rp15 juta, tergantung pada hasil penilaian kredit dan kelengkapan data Anda.
Setelah syarat dan ketentuan disetujui dan persetujuan digital ditandatangani, dana akan segera ditransfer ke rekening pengguna dalam waktu yang sangat singkat, biasanya kurang dari satu jam. Pembayaran angsuran juga dapat dilakukan secara online melalui transfer bank atau payment gateway yang tersedia di aplikasi. Sistem digital ini tidak hanya mempercepat proses tetapi juga membuatnya lebih efisien dan meringankan beban birokrasi bagi pengguna.
Keunggulan Asetku Dibanding Platform Fintech Lain
Asetku menjadi salah satu pionir dalam hal proses dan fleksibilitas layanan. Salah satu keunggulan terbesarnya adalah proses aplikasi yang sangat mudah digunakan dan dapat disesuaikan, sehingga bahkan pengguna yang tidak terbiasa dengan teknologi dapat memanfaatkannya. Pengguna di berbagai platform mengatakan bahwa aplikasi Asetku mudah digunakan dan mudah digunakan, yang mempercepat pengajuan dan pencairan dana. Daya tarik lainnya adalah limit otomatis yang dinaikkan setiap kali pinjaman dibayar tepat waktu. Kompetitor jarang menggunakan fitur ini.
Nilai tambah utama berasal dari kecepatan dana disalurkan. Asetku dapat memberikan dana ke rekening peminjam dalam waktu kurang dari satu jam sebagai tanggapan atas kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan instan. Tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman (TKB90) Asetku selalu sangat tinggi, bahkan pernah mencapai 100%, yang menunjukkan disiplin pembayaran pengguna Asetku yang luar biasa.
Salah satu keuntungan utama Asetku bagi pemberi pinjaman adalah bahwa itu menawarkan perlindungan asuransi gagal bayar dan memungkinkan diversifikasi otomatis, yang membagi dana ke berbagai peminjam. Metode ini telah terbukti menurunkan risiko kerugian bagi lender, sesuatu yang belum banyak dilakukan oleh platform P2P lending lainnya. Asetku unggul dalam hal kecepatan, pengalaman pengguna, fitur keamanan, dan diversifikasi, dan layak menjadi pilihan utama di tengah pertumbuhan perusahaan fintech di Indonesia.
Prospek Dukungan Asetku terhadap Ekonomi Rakyat Indonesia
Dengan digitalisasi pembiayaan, Asetku membantu bisnis ultra mikro hingga menengah memperoleh modal kerja, memberi mereka kemampuan untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif dan efisien. Ini merupakan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi nasional, terutama dalam mendukung pemerataan akses keuangan bagi semua orang. Melalui pembiayaan cepat dan inklusif, peran Asetku sebagai pendukung ekonomi kerakyatan semakin terasa di tengah tantangan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.
Seiring dengan peningkatan UMKM, penurunan tingkat pengangguran, dan penyerapan tenaga kerja baru, jumlah pinjaman fintech terus meningkat, menurut laporan OJK dan riset industri. Dengan membuka jalur keuangan non-bank, asetku secara tidak langsung membantu pemerintah mempercepat target inklusi keuangan nasional sebesar 90% di tahun 2024. Salah satu manfaat besar dari model P2P lending Asetku adalah bahwa itu mempercepat transfer dana masyarakat.
Selain memiliki dampak nyata pada akses keuangan, Asetku juga aktif terlibat dalam menyebarkan pengetahuan tentang keuangan digital, membantu orang menjadi lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Dengan semakin banyaknya orang yang tahu tentang keuangan dan digital, prospek pertumbuhan Asetku dalam jangka panjang semakin menjanjikan, dan dia mungkin menjadi penggerak utama ekonomi digital Indonesia di masa depan.
Profil Pendiri dan Perusahaan PT Pintar Inovasi Digital
PT Pintar Inovasi Digital adalah perusahaan asli Indonesia yang mengembangkan dan mengelola platform Asetku. Sejak berdiri, Andrisyah Tauladan, CEO perusahaan, adalah orang yang terkenal di bidang teknologi dan memiliki rekam jejak kuat dalam membangun bisnis berbasis digital. Kepemimpinan Andrisyah mengilhami inovasi baru dengan memperkenalkan layanan dan model bisnis yang berbasis teknologi dan perlindungan konsumen.
PT Pintar Inovasi Digital adalah perusahaan legal yang memiliki banyak sertifikasi manajemen risiko dan keamanan, termasuk sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data. Selain itu, PT Pintar Inovasi Digital telah bekerja sama dengan lembaga pemerintah, OJK, dan asosiasi fintech nasional (AFPI). Perusahaan terkenal karena tata kelola yang akuntabel, laporan keuangan yang transparan, dan kepatuhan regulasi yang berkelanjutan.
PT Pintar Inovasi Digital juga dikenal sebagai perusahaan yang membangun ekosistem melalui kolaborasi multipihak, dari mitra strategis seperti Akulaku hingga pelaku usaha industri kreatif Indonesia, di balik strategi bisnisnya yang adaptif dan keberhasilan inovasinya. Semua program ini menunjukkan komitmen mereka untuk menambah nilai di ekonomi digital Indonesia dan meningkatkan posisi Asetku di peta fintech nasional.
Penghargaan dan Sertifikasi Asetku
Asetku telah menunjukkan komitmennya terhadap keamanan, integritas, dan profesionalisme dalam layanan digital keuangan Indonesia dengan banyak penghargaan dan sertifikasi. Pencapaian utama adalah mendapatkan sertifikasi ISO 27001, yang mengatur standar internasional tentang manajemen keamanan informasi. Dengan sertifikasi ini, Asetku memastikan bahwa seluruh sistem, mulai dari pengelolaan akses, penyimpanan data nasabah, hingga transaksi digital, dilindungi secara ketat dari risiko kebocoran atau serangan siber. Ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan pengguna karena pengelolaan data pribadi dan keuangan harus dilakukan dengan baik.
Selain mendapatkan sertifikasi keamanan data, Asetku juga menerima pengakuan ISO 37001 untuk sistem manajemen anti-serangan. Dari rekrutmen mitra hingga audit internal hingga hubungan eksternal dengan regulator dan pemangku kepentingan, standar ini menunjukkan bahwa bisnis menerapkan kebijakan anti-korupsi dan transparansi dalam semua proses bisnisnya. Hal ini membantu menjaga integritas layanan dan menciptakan lingkungan keuangan yang sehat. Di samping dua sertifikasi utama tersebut, Asetku juga telah meraih ISO 27701 untuk perlindungan data pribadi; ini melindungi data nasabah dengan lapisan perlindungan tambahan di setiap tahap aplikasi dan penyaluran pembiayaan.
Perusahaan sering menerima penghargaan internal dan dari asosiasi fintech nasional karena konsistensi mereka dalam menyediakan layanan yang cepat, pengalaman pengguna yang inovatif, dan tingkat keberhasilan pelunasan pinjaman hampir 100% (TKB90). Pencapaian ini menunjukkan kepedulian Asetku terhadap standar layanan dan tata kelola internasional, yang membuatnya pantas menjadi salah satu fintech P2P lending terkemuka di Indonesia.
Regulasi, Perlindungan Konsumen, dan Kepatuhan Hukum
Asetku memiliki izin dan pengawasan legal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tergabung sebagai anggota resmi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Kepatuhan ini memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa semua operasi layanan, produk pinjaman, dan prosedur pengaduan akan sesuai dengan standar dan ketentuan yang diwajibkan regulator. Dalam praktiknya, Asetku berfungsi sebagai perantara administratif antara pemberi dana dan penerima dana. Tugasnya adalah memastikan bahwa perjanjian kedua belah pihak diatur dengan jelas dalam dokumen dan aplikasi digital sehingga tidak ada konflik atau praktik yang merugikan pihak mana pun.
Syarat dan ketentuan, kebijakan privasi, dan penanganan pengaduan konsumen ditunjukkan secara terbuka di situs web dan aplikasi. Asetku menawarkan pelatihan risiko, mitigasi penagihan yang sesuai dengan peraturan, dan asuransi gratis untuk lender yang memenuhi kriteria. Perusahaan memastikan pihak penagih memiliki sertifikasi AFPI dan mematuhi kode etik penagihan agar tidak ada kekerasan verbal, intimidasi, atau pelanggaran hak privasi pengguna selama proses penagihan. Sanksi dan perlindungan hukum disediakan untuk pengguna yang melanggar ketentuan baku yang wajar.
Selain itu, Asetku terus memperbarui kebijakan internalnya sesuai dengan peraturan yang terus berubah dari OJK dan AFPI, termasuk proses tanda tangan elektronik pada perjanjian pendanaan, yang memiliki kekuatan hukum setara dengan tanda tangan fisik. Asetku juga berpartisipasi dalam kampanye pendidikan keuangan. Ini memudahkan pelanggan dan mendorong ekosistem fintech yang kredibel, aman, dan inklusif di Indonesia.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Dampak Sosial
Asetku menunjukkan komitmennya terhadap berbagai program tanggung jawab sosial yang berdampak langsung pada lingkungan dan masyarakat. Salah satu tindakan nyata adalah menanam pohon mangrove di wilayah pesisir. Ini adalah bagian dari upaya untuk mengurangi abrasi, menjaga lingkungan, dan memberi tahu masyarakat lokal tentang pentingnya keseimbangan ekosistem. Perusahaan memperkuat hubungannya dengan masyarakat akar rumput melalui kolaborasi teratur dengan komunitas dan lembaga lingkungan.
Asetku telah mengoperasikan program beasiswa pendidikan untuk anak-anak dari keluarga pra-sejahtera di berbagai wilayah Indonesia di bidang pendidikan dan sosial, meningkatkan akses ke pendidikan, dan memperluas dampak sosial di bidang literasi digital dan keuangan. Program ini memastikan bahwa kehadiran fintech tidak hanya membuat orang lebih mudah mendapatkan akses ke keuangan digital, tetapi juga akan menghasilkan generasi baru yang lebih memahami teknologi dan lebih cerdas dalam mengelola keuangan mereka.
Asetku juga berpartisipasi dalam kampanye literasi finansial melalui seminar, sosialisasi offline, dan pembelajaran melalui media digital dan aplikasi. Dampak positif yang dihasilkan meliputi peningkatan tingkat inklusi keuangan di seluruh negeri, peningkatan kemampuan individu dan UMKM untuk mendapatkan pembiayaan, dan pembentukan lingkungan yang berpartisipasi dan berkelanjutan. Di ranah tanggung jawab sosial, Asetku bukan hanya berusaha meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga secara nyata berkontribusi pada pembangunan masyarakat dan lingkungan. Hal ini dilakukan sesuai dengan prinsip keuangan yang berkelanjutan dan pembangunan nasional.
Disclaimer:
Informasi pada artikel ini disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan referensi umum. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi, kerugian, atau tindakan yang diambil berdasarkan informasi ini. Pastikan Anda melakukan verifikasi dan konsultasi profesional sebelum membuat keputusan keuangan atau bisnis.
